Menjelang malam, saya ingin share tentang Diam Bukan Emas, hari ini kembali saya merasakan bahwa ungkapan Diam itu Emas kurang tepat.

Saya semakin yakin setelah saya kembali teringat akan hadits Rasulullah SAW, yang berbunyi “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka berkatalah yang baik atau diam. Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Bukhori dan hadits ini masuk kedalam hadits yang shohih. Perhatikanlah redaksi dari hadits ini, dimana Allah menyuruh kita sebagai hamba yang lemah untuk selalu mengajak kepada kebaikan, selalu menyuarakan kebenaran. Dan diam adalah solusi terakhir jika apa yang kita bicarakan malah berupa fitnah dan juga kejelekan. Namun hal yang utama adalah menyuarakan kebaikan dan kebenaran.

Berani Bicara yang Baik.

terkadang diam bukanlah emas

Hari ini pun saya kedatangan sahabat kecil, dimana saya sangat faham dan sangat mengerti akan sifatnya. Yap, dibalik badannya yang besar dan tambun, sahabat saya itu orangnya nggak enakan, malu, dan ia pun mengaminkan bahwa ia adalah tipe orang yang introvert. Dan singkat kata ia ingin brainstorming dengan saya akan kesehariannya. Dan karena saya faham akan karakternya maka saya tau ia ada masalah, dan ini membuat saya semakin faham bahwa bicara itu ternyata membutuhkan skill, bicara itu memerlukan keberanian. Akhirnya setelah saya coba gali ada hal yang tidak pas ditempat ia bekerja saat ini. Ia ingin mendapatkan penghasilan yang lebih namun karena ia orang yang tidak enakkan, maka hal ini tidak ia sampaikan kepada ustadznya.

Kawan, terkadang diam bukanlah emas, terkadang diam itu tidak menimbukkan kebaikan, terlalu banyak kejahatan saat ini bukan karena sedikitnya orang baik, namun tepatnya, terlalu sedikit orang baik yang tidak berbicara tentang kebaikan dengan lantang. Semoga artikel yang agak ngawur ini, yang ditulis oleh seorang pedagang Cover Motor Indonesia mampu memberikan pencerahan kepada anda semua.

Terima Kasih.

Silahkan share....