Merindukan Pemimpin yang Mencintai RakyatPemilihan Gubernur DKI tahun 2017 esok seperti festival yang tiada henti. Para calon mengumbar janji untuk memberikan yang terbaik bagi ibukota negara Indonesia ini. Namun sepertinya ada yang hilang dari janji janji para pemimpin ini. Apakah yang mereka lakukan untuk menarik hati para rakyat, para pemilih sudah menarik ridho Allah SWT? Atau, apakah langkah mereka maju hanya karena keinginan untuk berkuasa saja? Atau yang lebih mengerikan lagi, adakah skenario untuk menghancurkan negeri ini?

Banyak pengamat melihat bahwa, posisi gubernur DKI merupakan posisi yang amat strategis, karena bisa dekat dengan istana negara yang notabennya itulah posisi orang nomor satu di republik ini alias Presiden. Tentu kita wajib cermat dalam memilih pemimpin. Dan kita wajib untuk melihat aturan Allah dalam memilih pemimpin ini. Tentu sebagai umat Islam, kita wajib untuk memilih pemimpin yang Muslim. Ini bukan masalah SARA, tapi ini adalah regulasi atau aturan Allah yang secara gamblang tertulis di dalam Al Qur’an. Lalu hal yang berikutnya adalah, kita merindukan sosok pemimpin Muslim yang cinta kepada rakyatnya. Masih terkenang dalam benak kita, sosok Umar bin Khattab, sang legenda pemimpin, yang memikul makanan kepada rakyatnya. Yang amat takut jika dalam kepemimpinannya ia tidak bisa amanah.

Oleh karena itu, pemimpin sebenarnya adalah amanah yang amat berat, yang pasti Allah minta pertanggung jawaban baik di dunia dan juga di akhirat. Dan kita sebagai masyarakat, yuk pilihlah pemimpin dengan mempertimbangkan aspek keimanan dan juga kapabilitas para pemimpin kita. Dan kabar terbaru, in syaa Allah ustadz Yusuf Mansur akan maju untuk kita pilih bersama, dalam rangka menjadi pemimpin baru Jakarta. Semoga Allah ridho dengan perjuangan kita, dan teruslah berharap kepada Allah agar kita diberikan pemimpin yang amanah.

Siimat.com

Silahkan share....