Komitmen itu Harga Mati UntukkuBanyak diantara kita yang beralasan ketika janji terucap, banyak yang berdalih untuk kemajuan maka komitmen berubah, tapi tidak denganku. Komitmen merupakan hal yang wajib dipertahankan sampai kapanpun. Apalagi yang bisa diambil kepercayaan manusia jika bukan ucapannya. Jangankan yang tertulis, yang diucapkan lisan-pun harus dan wajib kita pertahankan. Namun jika ada pihak pihak luar yang ingin merubah sebuah perjanjian dan komitmen, apa langkah kita?

Yang pertama, kita ingatkan dengan bijak. Berikan pemahaman bahwan komitmen itu harus senantiasa kita pegang teguh. Namun jika bersikukuh untuk merubahnya, maka janganlah membuat keributan dengan bernada keras dan melakukan hal hal yang bisa memutus tali silaturahim. Doa saja kepada Allah, agar kita diberikan kesabaran dan keikhlasan yang bisa membuat hati tenang. In syaa Allah, Allah tidak tidur, Allah tidak diam, dan jikalau komitmen itu berupa hal materi, maka yakinlah Allah Maha Kaya, dialah pemilik langit dan bumi beserta isinya.

Yang kedua, niatkan diri kita untuk selalu berpegang dan jangan mencla mencle atas komitmen yang dibuat, bagaimanapun kondisinya. Perjanjian Hudaibiyah merupakan perjanjian yang selalu dan selalu saya jadikan pelajaran tentang sebuah komitmen. Bukankah kita sebagai ummat Rasulullah harus mengikuti sunnah sunnah beliau? Bahkan dalam kondisi kita sulit pun, maka junjung tinggilah komitmen.

Ikhwah fillah, kiranya ini saja, sebuah tulisan ringan di pagi menjelang siang ini, semoga ada manfaatnya.

Sahuri Nur – Jatiasih, 5 Maret 2016

Silahkan share....