DKI Jakarta Antara Kebaikan dan KeburukanSesaat lagi gebyar pemilihan kepala daerah sebuah kota peradaban terbesar di Indonesia akan kembali berlangsung. Siapa yang tidak tau Jakarta? Sebuah ibukota Negara Indonesia yang selalu menjadi pusat perhatian bagi semua mata baik masyarakat Indonesia dan juga masyarakat dunia. Namun pada kesempatan kali ini mari kita tengok kembali sejarah. Dimana kota yang pernah bernama Batavia dan juga bernama Jayakarta ini adalah pusat peradaban Islam terbesar yang pernah ada.

Kita tentu tidak asing dengan yang namanya Sunda Kelapa, Tanjung Priok hingga Fatahillah. Sebuah peradaban yang indah nan asri di jaman itu. Hingga saat ini menjadi sebuah kota modern yang penulis sangat berharap kota ini tidak kehilangan jati diri. Jakarta sangat erat dengan perjuangan, baik saat perjuangan di masa kolonial Belanda hingga saat ini kita berjuang dengan teknologi, berjuang agar tidak hanyut dalam keburukan yang disebabkan teknologi. Dan Jakarta sudah membuktikan mampu untuk terus bertahan ditengah gerusan kebiasaan asing yang semakin merajalela.

Jakarta saat ini tentu kita berharap menjadi pusat peradaban Indonesia dan dunia. Sebuah kota maju namun terus memegang adat dan jangan sampai kehilangan jatidirinya. Jakarta yang terus berjuang melawan keburukan, yang selalu dihimpit dengan masyarakat urban, pendatang, yang memiliki misi entah baik ataupu buruk. Dan kita kembali kepada sebuah pilihan, untuk memilih pemimpin yang bijak nan tegas, atau malah memilih pemimpin yang otoriter terhadap masyarakat kecil, yang tidak berfikir atas ucapan yang dikeluarkan dari lisannya.

Tentu sebaik baik pemimpin adalah Rasulullah Muhammad, yang sangat santun meskipun ia sering dicaci, bahkan disakiti secara fisik. Namun lihatlah, apa yang terucap dari mulut manusia mulia itu. Sebuah doa, sebuah harapan yang pada akhirnya menimbulkan kecintaan kepada kekasih Allah tersebut dan risalah yang dibawanya. Sahabat sekalian, jangan ragu untuk memilih kebaikan, karena memang terkadang kebaikan itu terasa asing di zaman yang sudah tidak baik.

Masih ingat, bahwa Islam itu awalnya asing, dan nanti akan kembali asing (di akhir zaman), dan beruntunglah bagi orang orang yang dirasa asing. Asing karena masih memegang Al Qur’an dan Sunnah, asing karena meninggalkan yang haram bahkan juga yang syubhat. Dan berharaplah bahwa kita adalah orang orang yang asing itu. Semoga perang kebaikan dan keburukan di DKI Jakarta ini akan dimenangkan oleh kebaikan. Semoga.

Sahuri – siimat.com –

Silahkan share....