قُلْنَا اهْبِطُوا مِنْهَا جَمِيعًا ۖ فَإِمَّا يَأْتِيَنَّكُمْ مِنِّي هُدًى فَمَنْ تَبِعَ هُدَايَ فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَBegini Agar Hidup Tanpa Gelisah dan Sakit Hati

Kami berfirman: “Turunlah kamu semuanya dari surga itu! Kemudian jika datang petunjuk-Ku kepadamu, maka barang siapa yang mengikuti petunjuk-Ku, niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati”. QS. 2:38

—-

Seorang anak menangis sedih saat orang tua nya marah dan menghardik. Meski si anak ngerti bahwa orang tua marah pun dengan kasih sayang. Namun meski demikian hati sang anak perih. Ia takut akan murka  orang tuanya.

Tidak boleh bermain. Tidak ada game dan gadget. Dikurangi uang jajan dan banyak lagi konsekwensi hukum lainnya karena orang tua marah. Maka sang anak pun sedih.

Jika itulah gambaran umum yang terjadi pada anak yang melanggar aturan orang tua, maka hal itu juga yang bisa terjadi antara hubungan hamba dengan Allah Yang Maha Pencipta.

Hamba yang dhoif akan sedih sekali bila ia tiada mendapat rahmat Allah Tuhannya. Ia akan takut dan gelisah. Hidupnya pun akan dirundung kesedihan.

Ketahuilah bahwa hidup yang nikmat adalah saat dekat dengan rahmat dan pertolongan Allah Ta’ala. dan kunci hidup bahagia ,- yang tiada gelisah dan sedih hati-, adalah mengikuti petunjuk ALLAH dan taat atas segala aturan NYA.

Manusia yang taat kepada Allah akan bahagia di dunia dan selamat di akhirat. Mereka yang menyusuri jalan cahaya akan sampai di tujuan dengan selamat. Dan ketahuilah bahwa tujuan akhir kita semua adalah kembali berjumpa dengan ALLAH Yang Maha Penyayang.

Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala menunjukkan jalan yang lurus bagi kita semua untuk kembali kepada Nya.

Wassalam,

Silahkan share....